IPO Terminal
Bursa Efek Indonesia · 2026
PROSPEKTUS AWAL
ANTRIAN · 25 JUN 2026

Terminal analisis enam calon emiten IPO: valuasi, fundamental, penggunaan dana, risiko, potensi Auto Reject Atas (ARA), dan estimasi modal pemesanan. Untuk gaya trader (flipping) dan investor jangka panjang. Angka dari prospektus awal (laporan keuangan auditan 2023–2025).

Bukan ajakan beli/jual. Edukatif, berbasis prospektus awal; harga & alokasi dapat berubah. Keputusan di tangan Anda.

Ringkasan Emiten — klik kartu untuk detail

Fokus analis: harga wajar, kesehatan bisnis, modal minimal, dan rencana bila harga bergerak.

Kartu diurutkan & disorot sesuai gaya kamu. Potensi ARA kini memperhitungkan rekam jejak underwriter.
Baca cepat: PER rendah = murah terhadap laba · PBV rendah = murah terhadap aset · DER tinggi = banyak utang · "Min. beli" = modal terkecil ikut IPO (1 lot = 100 lembar).

Sinyal Trader — potensi flip / ARA

Sinyal Investor — nilai fundamental

Kalender Listing & Hitung Mundur — tabrakan jadwal & potensi ARA

Lini masa Juli 2026. Listing serentak menekan peluang ARA hari-1 — efek ini sudah masuk ke skor Potensi ARA (termasuk rekam jejak underwriter).

Berapa yang Harus Disiapkan?

Pembelian minimal 1 lot = 100 lembar. Modal minimum = harga × 100.

Antrian IPO Terbaru — Minat Pemesan

Per 25 Juni 2026 · Sore

Jumlah pemesan ritel di e-IPO (makin tinggi = makin laris, tapi jatah per orang makin kecil). Angka lot = pool ritel ÷ antrian (bisa 0 / undian bila pemesan jauh melampaui pool — spt JELI); "rumus" = estimasi konservatif basis pool SEOJK.

Sumber antrian: pemesan hari-1 masa penawaran umum (1 Juli 2026); tabel penjatahan: kurasi referensi. Angka berubah harian sampai penutupan masa penawaran — perkiraan, bukan jaminan.

Kalkulator Modal & Penjatahan Multi-Emiten

Centang emiten yang ingin Anda ikuti, isi jumlah lot, lalu pilih kondisi penjatahan. Hasil: dana fix yang wajib tersedia di RDN + estimasi jatah & refund mengikuti SEOJK No.25/2025.

Per emiten atur OS× (tingkat oversubscribe; 1 = normal) & antrian (jumlah pemesan ritel). Penentu utama jatah ≤100 jt adalah antrian, bukan OS× (OS× hanya menaikkan % pool & jatah >100 jt). IPO populer: antrian 300rb–1jt; IPO kecil: 30rb–150rb.

Dana wajib tersedia penuh di RDN saat memesan — itulah "harga fix"; sisa di-refund. Penjatahan terpusat 1:1: jatah ≤Rp100 jt = pool ritel ÷ antrian (maks sebesar pesanan), rata-rata; bila pool < antrian → undian (banyak yang 0). Jatah ditentukan besar pool vs jumlah antrian, bukan OS×. Mis. WBSA pool ritel 1,8 jt lot ÷ ~600rb antrian → ±3 lot; emiten beremisi kecil pool-nya kecil, jadi jatah ikut kecil kalau antrian banyak. Jatah >Rp100 jt = proporsional ≈ pesanan ÷ OS×. Estimasi; realisasi pakai penjatahan resmi e-IPO. Fee ~0,15%.

Dari Budget ke Lot

Lihat dapat berapa lot tiap emiten (harga batas atas).

Skema Penjatahan Terpusat — SEOJK 25/2025

Golongan (nilai emisi)Pool awal≥2,5×≥10×≥25×
I · ≤Rp100 M20%22,5%25%30%
II · Rp100–250 M15%17,5%20%25%
III · Rp250–500 M10%12,5%15%20%
IV · Rp500 M–1 T7,5%10%12,5%17,5%
V · >Rp1 T2,5%5%7,5%12,5%

Pool dibagi 1:1: ≤Rp100 jt (ritel) disebar rata ke seluruh antrian, >Rp100 jt proporsional ke besar pesanan. Maks pesanan 1 investor = 10% nilai emisi. Oversubscribe menaikkan % pool (clawback).

Tabel Perbandingan

Hijau = paling menarik di baris itu, merah = terlemah. Basis pasca-IPO, valuasi di harga batas atas.

terbaik menengah terlemah

Visualisasi Kinerja & Valuasi

Tren 3 tahun dan posisi valuasi relatif.

Pertumbuhan Pendapatan

Rp miliar · 2023–2025

Laba Bersih

Rp miliar · 2023–2025

Valuasi: PER vs PBV · interaktif

Gelembung = kapitalisasi · zona kiri-bawah = murah · arahkan kursor untuk detail

Risiko–Imbal Hasil: ROE vs DER

Ideal: ROE tinggi, DER rendah

Modal Minimum (1 Lot)

Rupiah, harga batas atas

Net Profit Margin 2025

% laba bersih dari pendapatan

Antrian Pemesan

Jumlah pemesan ritel · Per 25 Juni 2026

Detail per Emiten

Skenario ARA — "Tahan Sampai Berapa Kali ARA?"

Hari pertama IPO batas ARA = 2× normal. Tier Rp50–200 → 70% (hari-1) lalu 35%. Tier Rp200–5.000 → 50% (hari-1) lalu 25%. Asumsi listing di harga batas atas & ARA penuh tiap hari (optimistis).

Kalkulator Cuan Flipping

Nilai investasi bila menjual setelah sekian kali ARA beruntun.

Belum termasuk fee & pajak. ARA beruntun TIDAK dijamin — banyak IPO hanya ARA 1–2 hari lalu turun.

Scorecard & Sinyal Keputusan

Penilaian 1–5 (5 terbaik) di tujuh dimensi. Skor trader & investor memakai bobot berbeda.

Bobot trader menekankan Potensi ARA, Likuiditas & Momentum. Bobot investor menekankan Valuasi, Fundamental, Neraca & Moat.

Panduan Awam

IPO, lot & harga wajar

IPO = perusahaan jual saham ke publik pertama kali. Beli minimal 1 lot = 100 lembar. Analis cek harga vs laba (PER) & aset bersih (PBV), lalu bandingkan ke perusahaan sejenis.

PER & PBV

PER = harga ÷ laba per saham. PBV = harga ÷ nilai buku per saham. PBV 1 = dihargai persis aset bersihnya.

ARA & ARB

ARA = batas naik harian; ARB = batas turun. Hari-1 IPO = 2× normal. Saham <Rp200 ARA 35% (hari-1: 70%) → lebih liar.

DER & ROE

DER = utang ÷ modal; makin tinggi makin berisiko. ROE = laba ÷ modal. ROE tinggi + DER rendah = sehat.

Penggunaan dana IPO

Ke ekspansi/capex umumnya positif. Bayar utang netral–positif. Porsi besar ke modal kerja wajar untuk dagang/proyek.

Red flags

Laba/omzet menurun jelang IPO, valuasi jauh di atas sejenis, utang sangat tinggi, divestasi besar pemilik lama, ganti pengendali setelah listing.

Penjatahan & oversubscribe

Jatah ritel lewat penjatahan terpusat. Makin laris (oversubscribe), makin kecil jatah per orang & sisa dana di-refund. SEOJK 25/2025: pool 20% (Gol I) s/d 2,5% (Gol V), naik saat oversubscribe; rasio ritel:non-ritel = 1:1; maks pesanan 10% nilai emisi.

Track record underwriter

Rekam jejak penjamin emisi (UW) memberi gambaran kebiasaan IPO-nya: rata-rata gain hari-1, ARA beruntun, atau justru ARB. Lihat tab Detail tiap emiten. Listing berbarengan beberapa IPO menekan peluang ARA.

Aturan ARA: ketentuan Auto Rejection BEI — perdagangan perdana IPO dikenakan batas 2× persentase normal sesuai kelompok harga.