Terminal analisis enam calon emiten IPO: valuasi, fundamental, penggunaan dana, risiko, potensi Auto Reject Atas (ARA), dan estimasi modal pemesanan. Untuk gaya trader (flipping) dan investor jangka panjang. Angka dari prospektus awal (laporan keuangan auditan 2023–2025).
Fokus analis: harga wajar, kesehatan bisnis, modal minimal, dan rencana bila harga bergerak.
Lini masa Juli 2026. Listing serentak menekan peluang ARA hari-1 — efek ini sudah masuk ke skor Potensi ARA (termasuk rekam jejak underwriter).
Pembelian minimal 1 lot = 100 lembar. Modal minimum = harga × 100.
Jumlah pemesan ritel di e-IPO (makin tinggi = makin laris, tapi jatah per orang makin kecil). Angka lot = pool ritel ÷ antrian (bisa 0 / undian bila pemesan jauh melampaui pool — spt JELI); "rumus" = estimasi konservatif basis pool SEOJK.
Sumber antrian: pemesan hari-1 masa penawaran umum (1 Juli 2026); tabel penjatahan: kurasi referensi. Angka berubah harian sampai penutupan masa penawaran — perkiraan, bukan jaminan.
Centang emiten yang ingin Anda ikuti, isi jumlah lot, lalu pilih kondisi penjatahan. Hasil: dana fix yang wajib tersedia di RDN + estimasi jatah & refund mengikuti SEOJK No.25/2025.
Per emiten atur OS× (tingkat oversubscribe; 1 = normal) & antrian (jumlah pemesan ritel). Penentu utama jatah ≤100 jt adalah antrian, bukan OS× (OS× hanya menaikkan % pool & jatah >100 jt). IPO populer: antrian 300rb–1jt; IPO kecil: 30rb–150rb.
Dana wajib tersedia penuh di RDN saat memesan — itulah "harga fix"; sisa di-refund. Penjatahan terpusat 1:1: jatah ≤Rp100 jt = pool ritel ÷ antrian (maks sebesar pesanan), rata-rata; bila pool < antrian → undian (banyak yang 0). Jatah ditentukan besar pool vs jumlah antrian, bukan OS×. Mis. WBSA pool ritel 1,8 jt lot ÷ ~600rb antrian → ±3 lot; emiten beremisi kecil pool-nya kecil, jadi jatah ikut kecil kalau antrian banyak. Jatah >Rp100 jt = proporsional ≈ pesanan ÷ OS×. Estimasi; realisasi pakai penjatahan resmi e-IPO. Fee ~0,15%.
Lihat dapat berapa lot tiap emiten (harga batas atas).
| Golongan (nilai emisi) | Pool awal | ≥2,5× | ≥10× | ≥25× |
|---|---|---|---|---|
| I · ≤Rp100 M | 20% | 22,5% | 25% | 30% |
| II · Rp100–250 M | 15% | 17,5% | 20% | 25% |
| III · Rp250–500 M | 10% | 12,5% | 15% | 20% |
| IV · Rp500 M–1 T | 7,5% | 10% | 12,5% | 17,5% |
| V · >Rp1 T | 2,5% | 5% | 7,5% | 12,5% |
Pool dibagi 1:1: ≤Rp100 jt (ritel) disebar rata ke seluruh antrian, >Rp100 jt proporsional ke besar pesanan. Maks pesanan 1 investor = 10% nilai emisi. Oversubscribe menaikkan % pool (clawback).
Hijau = paling menarik di baris itu, merah = terlemah. Basis pasca-IPO, valuasi di harga batas atas.
Tren 3 tahun dan posisi valuasi relatif.
Hari pertama IPO batas ARA = 2× normal. Tier Rp50–200 → 70% (hari-1) lalu 35%. Tier Rp200–5.000 → 50% (hari-1) lalu 25%. Asumsi listing di harga batas atas & ARA penuh tiap hari (optimistis).
Nilai investasi bila menjual setelah sekian kali ARA beruntun.
Belum termasuk fee & pajak. ARA beruntun TIDAK dijamin — banyak IPO hanya ARA 1–2 hari lalu turun.
Penilaian 1–5 (5 terbaik) di tujuh dimensi. Skor trader & investor memakai bobot berbeda.
IPO = perusahaan jual saham ke publik pertama kali. Beli minimal 1 lot = 100 lembar. Analis cek harga vs laba (PER) & aset bersih (PBV), lalu bandingkan ke perusahaan sejenis.
PER = harga ÷ laba per saham. PBV = harga ÷ nilai buku per saham. PBV 1 = dihargai persis aset bersihnya.
ARA = batas naik harian; ARB = batas turun. Hari-1 IPO = 2× normal. Saham <Rp200 ARA 35% (hari-1: 70%) → lebih liar.
DER = utang ÷ modal; makin tinggi makin berisiko. ROE = laba ÷ modal. ROE tinggi + DER rendah = sehat.
Ke ekspansi/capex umumnya positif. Bayar utang netral–positif. Porsi besar ke modal kerja wajar untuk dagang/proyek.
Laba/omzet menurun jelang IPO, valuasi jauh di atas sejenis, utang sangat tinggi, divestasi besar pemilik lama, ganti pengendali setelah listing.
Jatah ritel lewat penjatahan terpusat. Makin laris (oversubscribe), makin kecil jatah per orang & sisa dana di-refund. SEOJK 25/2025: pool 20% (Gol I) s/d 2,5% (Gol V), naik saat oversubscribe; rasio ritel:non-ritel = 1:1; maks pesanan 10% nilai emisi.
Rekam jejak penjamin emisi (UW) memberi gambaran kebiasaan IPO-nya: rata-rata gain hari-1, ARA beruntun, atau justru ARB. Lihat tab Detail tiap emiten. Listing berbarengan beberapa IPO menekan peluang ARA.